I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajeman
strategi merupakan keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang mengarah
pada penetapan kinerja jangka panjang organisasi, yang meliputi analisa
lingkungan internal dan eksternal, disertai perumusan visi dan misi serta
tujuan organisasi guna menghadapi lingkungan tersebut. Lingkungan disini
termasuk dalam lingkungan eksternal dan internal perusahaan. Kemajuan suatu
usaha merupakan tujuan penting dalam suatu organisasi atau perusahaan. Berbagai
strategi dan upaya-upaya yang berorientasi untuk memajukan usaha tersebut
tentunya tidak pernah terlepas dari kegiatan ataupun usaha manajemen dalam
mengatur serta mengendalikan usaha-usaha guna mencapai tujuan yang telah di
tetapkan. Salah satu faktor penting dalam suatu manajemen adalah upaya/langkah
dalam pengambilan keputusan bagi seorang menejer suatu perusahaan. Seorang
manajer tentunya harus menganalisis berbagai situasi dan kondisi yang akan
berpengaruh dan berdampak pada keputusan yang akan diambil nantinya.
Dalam
suatu kegiatan usaha yang berskala besar maupun kecil, perlu adanya
kehati-hatian dan kesiapan dalam menentukan suatu kebijakan sehingga nantinya
kendala serta resiko usaha yang timbul akan dapat diantisipasi seminimal
mungkin. Apa lagi bagi perusahaan besar yang memiliki kompleksitas permasalahan
yang cukup rumit serta berbagai pengaruh yang besar bagi berlangsungnya usaha,
karyawan, serta lingkungan masyarakat maupun bernegara. Tentunya di perlukan
suatu analisa yang yang jeli serta strategi-strategi yang tepat dalam pengambilan
suatu keputusan.
Pengambilan
suatu keputusan dalam tingkatan manajer maupun top manajeman sangat di
pengaruhi oleh berbagai faktor. Baik faktor internal maupun eksternal.
Lingkungan eksternal dan lingkungan internal mempunyai peran yang cukup penting
dalam usaha pengambilan keputusan guna mewujudkan visi perusahaan ataupun
organisasi. Interaksi antar lingkungan internal maupun eksterrnal akan sangat
mempengaruhi kemampuan serta strategi-strategi penting bagi para pengambil
keputusan. Oleh Karena itulah perlu adanya pemahaman serta pengetahuan tentang
kondisi serta hal-al apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengambilan
keputusan khususnya tentang lingkungan eksternal yang nantinya akan dibahas
pada makalah kami ini.
1.2
Batasan
Masalah
Untuk
mencegah dan mengantisipasi munculnya berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan lingkunngan eksternal dalam manajemen strategi ini, maka batasan masalah
dari penulisan makalah ini adalah : “Berkaitan dengan pengenalan serta hal-hal
yang termasuk kedalam faktor lingkungan Eksternal”.
1.3
Tujuan
1. Agar mahasiswa dapat memberikan tambahan
pengetahuan terkait dengan lingkungan eksternal yang perlu dianalisis dalam
pengambilan suatu keputusan .
2.
Agar
mahasiswa dapat memberikan kemudahan bagi para pihak serta rekan-rekan mahasiswa
dalam melatih dan mengimplementasikan berbagai kondisi eksternal yang perlu
dikaji dalam menentukan berbagai permasalahan yang mungkin memerlukan keputusan
yang tepat dan menguntungkan.
3.
Agar
mahasiswa mengetahui Faktor-faktor apa sajakah yang termasuk kedalam lingkungan
eksternal dalam pengambilan suatu keputusan maupun dalam strategi perusahaan.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengenalan Lingkungan Eksternal
Lingkungan
eksternal merupakan faktor penting yang perlu dikaji dalam penentuan
pengambilan suatu keputusan. Pengenalan lingkungan ekternal secara tepat semakin
penting karena :
a. Jumlah dari faktor yang
berpengaruh tidak constant melainkan
selalu berubah-ubah.
b. Intensitas dampaknya beraneka ragam.
c. Faktor tersebut bisa menjadi
suatu kejutan yang tidak dapat diperhitungkan sebelumnya betapa pun cermatnya
analisis “SWOT” yang dilakukan.
d. Kondisi eksternal yang berada
di luar kemampuan organisasi untuk mengendalikannya
Teori
manajemen strategi mengatakan bahwa faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh dapat
di kategorisasikan pada dua kategori
utama yaitu :
a.
Faktor
–faktor eksternal yang “Jauh”
b. Faktor-faktor eksternal; yang
“Dekat”
2.1.1 Faktor-faktor lingkungan
eksternal yang “Jauh”
Faktor
lingkungan eksternal dikatakan jauh karena faktor tersebut bersumber dari luar
organisasi dan biasanya timbul terlepas dari situasi operasional yang di hadapi
oleh perusahaan yang bersangkutan,akan tetapi mempunyai dampak pada proses
manajerial dan operasional dalam organisasi (perusahaan).
Pertimbangan
pertimbangan Ekonomi
Yang
di maksud dengan pertimbangan ekonomi adalah berbagai faktor di bidang ekonomi
dalam lingkungan mana dalam perusahaan bergerak atau beroperasi. Pada intinya
merupakan faktor-faktor yang bersumber dari luar organisasi dan biasanya timbul
terlepas dari situasi operasional yang dihadapi oleh perusahaan yang
bersangkutan, akan tetapi mempunyai dampak pada proses manajerial dan
operasional dalam organisasi ( perusahaan) tersebut.
Hal
yang disoroti berikut ini mencangkup :
a. Perkembangan global di bidang Ekonomi
b. Pertumbuhan ekonomi dan
pelestarian lingkungan
c. Kehadiran korporasi
multinasional
d. Kejutan di bidang energi
e. Pendanaan
Perkembangan
global di bidang pada penghujung abad kedua puluh umat manusia sedang mengambil
ancang ancang terlihat gejala yang amat menarik bukan hanya di amati akan
tetapi dipahami karena dampak pasti kuat terhadap penyelenggaraan bisnis
terutama bagi perusahaan go internasional
contoh paling nyata iyalah program modernisasi yang sangat giat dan intensif
diselenggarakan di RRC. pengamatan
menunjukan bahwa kerjasama ekonomi tidak selalu lancar karena berbagai alasan
seperti
a.
Masih
kuatnya keinginan negara negara industri yang sudah maju untuk tetap memainkan
peranan yang dominan pada perekonomian dunia.
b.
Dialog
antara utara-selatan sering tidak berjalan lancar bukan hanya karena perbedaan
persepsi tentang subtansi ekonomi yang perlu di bahas.
c.
Dialog
selatan-selatan tidak berjalan mulus karena keinginan masing pihak untuk
memajukan kepentingan nasionalnya.
d.
Pentingnya
pengelolaan ekonomi pasar karena perlu keterbukaan
Pertumbuhan
ekonomi dan pelestarian lingkungan Kehadiran korporasi multinasiona “Kejutan”
di bidang energi, tokoh tokoh industri para pembentuk opini masyarakat dan
akademisi dewasa ini memberikan perhatian yang lebih besar pada masalah yang di
hadapi masyarakat dunia. dilain pihak pembangunan ekonomi dapat dilakukan tanpa
harus merusak lingkungan “daya Dukung “pengakuan tersebut terlihat misalnya
pada berbagai pandangan seperti:
a.
Pemahaman
betapa pentingnya sumber daya alam seperti energi
b.
Pemanfaatan
yang efesien dari SDA yang dapat diperbaharui
c.
Upaya
daur ulang limbah industri dan komestik
d.
Pengembangan
teknologi yang mengarah pada pengurangan polusi udara
e.
Ajakan
agar umat manusia kembali ke dasar cara hidup yang alamia
Kehadiran koorporasi multinasional
dipentas perekonomian dunia diketahui dengan ciri ciri:
a.
Memiliki
modal yang sangat besar
b.
Penerimaan
ada kalanya lebih besar dari anggaran belanja negara dimana mereka bergerak
c.
Produknya
yang sangat beraneka ragam
d.
Penguasaan
teknologi yang sangat tinggi
e.
Bergerak
di pasar yang sangat luas
f.
Jumlah
karyawan yang besar terdiri dari berbagai negara
g.
Kemampuan
ekonomi sebagai alat untuk menekan negara dimana perusahaan berada agar
kepentingannya terjamin.
h.
Membuat
kabur batas wilayah kekuasaan suatu bangsa.
Perkembangan
tersebut mempunyai implikasi antara lain:
a.
Persaingan
yang semakin tajam
b.
Perlombaan
mengunakan teknologi semakin cangih
c.
Usaha
penguasaan sumber daya alam
d.
Diversivikasi
kegiatan berdasarkan keunggulan komparatif
e.
Kecenderungan
oligopoli
Kejutan
di bidang energi untuk kurun waktu yang sangat panjang dunia menikmati energi
yang harga sangat murah manusi tidak menyadari bahwa sumber energi bukannya
tanpa batas.hikmah situasi seperti ini memang ada manusia juga menyadari
berbagai bukti kesadaran itu antara lain:
a.
Segera
menemukan sumber energi baru sehingga ketergatungan keminyak bumi dapat di kurangi.
b.
Timbulnya
dorongan kuat untuk berperilaku hemat energi
c.
Sarana
mobilitas yang diciptakan dengan penghematan energi sebagai pertimbangan utama
d.
Teknologi
mampu mengurangi polusi udara
e.
Tidak
sedikit negara kembali kepada pengunaan sumber energi tradisionil.
Masalah
pendanaan pertumbuhan dan perkembangan baik yang bersifat kuantitatif maupun
kualitatif adanya jaminan dukungan pendanaan sumbernya beraneka ragam seperti:
a.
Kekayaan
sendiri yang dipisahkan menjadi modal perusahaan
b.
Bagi
perusahaan go publik modal ditanam
oleh pemilik saham
c.
Karyawan
memanfaatkan kebijaksanaan stock options
d.
Meminjam
dari lembaga keuangan
Faktor internal jauh meliputi beberapa
faktor seperti:
a) Faktor
faktor Politik
Faktor-faktor politik yang berpengaruh pada
pengelolaan suatu bisnis antara lain berarti adalah para pengambil keputusan strategi
perlu memahami percaturan kekuatan dan pengaruh yang terjadi dalam suatu
masyarakat bangsa di lingkungan mana ia bergerak, termasuk percaturan kekuasaan
dan kekuatan yang terjadi di kalangan para politisi dan para negarawan. Hal ini
berkaitan dengan kebijkan-kebijakan yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak,
serta penentuan kebijakan-kebijakan dalam suatu sistem-sistem tertentu yang
diambil oleh para pemegang kekuasaan pada suatu periode tertentu.
Indonesia yang menganut paham
demokrasi dengan ciri utamanya antara lain ialah bahwa kedaulatan nasional
berada di tangan rakyat secara berkala di selenggarakan pemilihan umum yang merupakan
mekanisme politik bagi rakyat. untuk menentukan pilihan kekuatan sosial yang
akan dipercaya untuk menjalankan roda pemerintahan pada kurun waktu tertentu.
Hasil dari pemilihan umum tersebut dapat mengakibatkan dua situasi yang
dilematis yakni :
a. Partai politik yang sedang
berkuasa memperoleh kepercayaan lagi untuk memegang kendali pemerintahan negara
untuk kurun waktu berikutnya.
b. Terjadi pergantian partai yang
yang dipercayakan menjalankan roda pemerintahan negara untuk periode
berikutnya.
Di
samping pengenalan terhadap dampak dari
faktor-faktor politik domestik, tentunya penting pula untuk mengetahui dan
mengenal dampak dari faktor-faktor politik yang timbul secara regional, bahkan
global. Pemahaman tersebut mutlak diperhitungkan dan diperlukan karena
mempunyai implikasi yang harus diperhitungkan terhadap berbagai segi
perekonomian secara domestik. Contohnya seperti hal-hal yang menyangkut
kegiatan ekspor-impor, penanaman modal asing, pemanfaatan teknologi,
kebijaksanaan tarif, penggunaan tenaga kerja asing, serta persyaratan mutu
produk yang dihasilkan dan dipasarkan secara regional dan internasional
b) Faktor-faktor
Sosial
Dalam
berbagai interaksi yang terjadi antara satu perusahaan dengan aneka ragam
kelompok masyarakat yang dilayaninya, dampak dari faktor-faktor sosial sangat
penting untuk di sadari oleh para pengambil keputusan. strategi. Berbagai
faktor seperti keyakinan, system nilai yang dianut, sikap, opini dan bahkan
gaya hidup harus dikenali secara tepat. Kondisi sosial yang selalu berubah-ubah
menjadi suatu hal penting yang harus di respon sedemikian rupa oleh para
pengambil keputusan guna memanfaatkan peluang-peluang yang muncul maupun
mengendalikan resiko usaha yang terjadi.
Perubahan yang terjadi dalam
lingkungan masyarakat tercermin dalam beberapa hal diantaranya:
a.
Pandangan
tentang pemanfaatan waktu senggang.
b.
Gaya
memilih dan menggunakan busana.
c.
Penggunaan
produk yang sedang “trendy”
d.
Bahan
bacaan yang disenangi
e.
Bentuk
hiburan yang diminati
f.
Pola
interaksi dalam keluarga,seperti antara suami dan istri, orang tua dan
anak-anaknya.
g.
Preferensi
sekolah dan bidang ilmu yang ditekuni.
h.
Makna
kehidupan kekaryaan.
Berbagai
implikasi dalam bidang sosial yang ada kaitannya dengan manajemen strategi
terlihat pada lima hal yaitu :
1)
Pendidikan
2)
Fakto
kultur
3)
Konfigurasi
ketenagakerjaan
4)
Faktor
demografi
5)
Etos
kerja sebagai faktor sosial.
6)
Faktor
Teknologi
Pengambilan
keputusan strategi mutlak perlu memahami perkembangan teknologi yang sudah,
sedang dan akan terjadi sehingga mampu mengetahui dan menetapkan teknologi mana
yang tepat untuk diterapkan dalam segi dan proses bisnis yang akan di lakukan.
c) Faktor
Teknologi dan industri
Kemajuan
ilmu pengetahun dan teknologi tentunya memberikan sumbangan besar bagi kemajuan
serta hasil produksi suatu perusahaan, apalagi jika orientasi para pengambil
keputusan strategi semata-mata orientasi efisiensi, pemanfaatan teknologi akan
cenderung semakin meluas dan meliputi makin banyak segi dan proses
organisasional. Namun orientasi terhadap kecanggihan teknologi harus di imbangi
dengan kemajuan serta pemanfaatan SDM yang tepat, karena tanpa di dukung SDM
yang tepat teknologi secanggih apapun tidak dapat beroperasi secara maksimal .
Justru terkadang bisa menimbulkan masalah baru bagi usaha tersebut.
2.2 Industri Sebagai Faktor Lingkungan
Eksternal yang Turut Berpengaruh
Manajemen
strategi dalam suatu organisasi mutlak untuk mengenali dalam bidang mana
perusahaan bergerak dan faktor lingkungan eksternal mana yang turut berpengaruh
terhadap jalannya roda perusahaan yang bersangkutan.
Para
pakar manajemen strategi menyoroti lima hal dalam kondisi industri yang harus
dikenali dan diperhitungkan, yaitu:
a. Ancaman dari para pendatang
baru
b. Faktor Pemasok
c. Faktor Pembeli
d. Faktor Produksi
e. Faktor Persaingan
2.2.1 Faktor Lingkungan Eksternal Yang ”Dekat”
Faktor
lingkungan eksternal yang ”dekat” mempunyai dampak langsung pada
operasionalisasi berbagai strategi dan kebijaksanaan suatu perusahaan. Kaitan
erat tersebut bukan hanya karena adanya suasana kompetitif dalam suatu usaha,
akan tetapi juga berkaitan dengan peluang yang dapat dimanfaatkan, khususnya
dalam perolehan sumber dana dan sumber daya yang diperlukan dan dalam
memasarkan produk yang dihasilkan. Selain itu pula, faktor-faktor lingkungan
eksternal yang ”dekat” pada umumnya dapat dikendalikan, atau paling sedikit
dipengaruhi oleh perusahaan yang bersangkutan.
Adapun
faktor-faktor eksternal yang ”dekat” dan perlu diperhatikan dalam pengambilan
suatu keputusan adalah sebagai berikut :
a. Kedudukan Kompetitif Perusahaan
Dalam kondisi dan iklim
persaingan,suatu perusahaan perlu melakukan analisis tentang kedudukannya dalam
suatu percaturan usaha. Untuk mengetahui kedudukan kompetitif suatu perusahaan,
dapat dikaji dan di analisis dengan menggunakan pendekatan ”SWOT”. Dengan
mengetahui berbagai hasil analisa tersebut para pengambil keputusan (Top Manajement)
harus mampu menentukan kebijkan yang bertujuan untuk mengembangkan usahanya.
b. Profil para Pelanggan
Para pengambil keputusan strategi
perlu mengetahui profil yang tepat tentang para pelanggan terutama para calon
pengguna produk yang dihasilkan.
Para pakar menekankan bahwa
faktor-faktor yang berpengaruh pada profil para konsumen yang perlu dikenali
dan dianalisis antara lain ialah
1. Faktor Geografi
2. Faktor Demografi
3. Faktor Psikografi.
Jika dilihat secara sepintas,
faktor ini tidak mempunyai kaitan dengan cara-cara yang seyogianya ditempuh
oleh para pengambil keputusan strategi dalam suatu perusahaan. Secara langusng
memang tidak, akan tetapi tetap penting untuk dikenali karena faktor-faktor
tersebut pasti berpengaruh pada perilaku mereka dalam memuaskan berbagai
kebutuhan dan kepentingannya, yang pada gilirannya tercermin pada cara-cara
mereka memuaskan berbagai kebutuhan mereka, termasuk cara mereka mengambil
keputusan membeli suatu produk atau tidak.
c. Perilaku Pembeli
Pada
umumnya, para pembeli suatu produk tertentu pasti menggunakan berbagai
pertimbangan dalam membeli/ tidak membeli suatu produk. Pertimbangan antar
pembeli yang satu dengan yang lain juga tentunya berbeda. Apakah karena produk
itu bersifat primer, sekunder maupun tersier bagi mereka, atau hanya karena
adanya gaya hidup ataupun pertimbangan lain yang membuat mereka membutuhkan
barang/jasa tersebut. Yang jelas di sini bahwa perilaku para pembeli tidak
pernah konsisten dan beragam. Inkonsisten itulah yang menjadi salah satu
penyebab utama mengapa profil para pembeli dan calon pembeli perlu dikenali
dengan baik oleh para pengambil keputusan/perusahaan.
d. Faktor Pemasok
Posisi para pemasok memiliki
peran penting sebagai salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan satu sektor industri, khususnya sektor di mana satu perusahaan
bergerak. Selain sebagai faktor eksternal yang ”Jauh”, faktor ini juga masuk
dalam faktor lingkungan eksternal ’Dekat” mengingat pengenalan terhadap faktor
ini memiliki dampak langsung terhadap pengelolaan suatu perusahaan. Tidak dapat
dipungkiri bahwa para manajer dalam suatu perusahaan mutlak perlu menumbuhkan
dan memelihara hubungan khusus yang didasarkan pada saling mempercayai dengan
para pemasok bahan mentah atau bahan baku yang diperlukan oleh perusahaan.
e.
Penyandang
Dana
Penyandang dana sangat penting
dikenali sebagai faktor lingkungan eksternal yang ”dekat” sebab dampaknya yang
bersifat langsung. Hubungan dengan pihak penyandang dana pun perlu ditumbuhkan,
dikembangkan, dan dipelihara atas dasar saling percaya. Pengenalan terhadap
penyandang dana adalah jawaban atas beberapa permasalahan yang muncul sepert:
1) Penilaian harga saham perusahaan secara tepat.
2) persepsi yang digunakan para
penyandang dana terkait dengan kredibilitas perusahaan peminjam.
3) Informasi yang tepat tentang
situasi permodalan perusahaan
4) persyaratan peminjaman yang
sesuai dengan kemampuan perusahaan dalam guna meraih keuntungan pada tingkat
yang wajar.
5) sikap dan kebijakan para
penyandang dana tenatng kemungkinan perpanjangan masa waktu pinjaman.
6) tingkat suku bunga yang
dikenakan atas kredit.
2.3 Situasi pasaran kerja sebagai faktor
lingkungan
Sumber daya manusia merupakan
unsur yang terpenting dan paling mennetukan dalam berhasil tidkanya suatu
organisasi, termsuk organisasi bisnis, pencapaian tujuan dan sasarannya,
terutama dalam hal organisasi yang bergerak dalam iklim yang sangat kompetitif.
Betapa pun pentingnya perhatian yang harus diberikan oleh para pengambil
keputusan strategi pada unsur-unsur yang lain, perhatian terbesar tetap harus
diberikan kepada unsur manusia dalam suatu organisasi/ bisnis.
Dalam suatu organisasi, semua
proses manajeman sumber daya manusia harus ditempuh secara benar dan tepat
dimana kesemuanya itu berangkat dari pengakuan dan penghargaan atas harkat dan
martabat manusia.
Adapun proses sumber daya
manusia yang menyangkut perencanaan ketenagakerjaan meliputi :
1. Penciptaan dan pemeliharaan
sistem informasi sumber daya manusia,
2. Rekrutmen,
3. Seleksi,
4. Orientasi dan penempatan,
5. Sistem imbalan,
6. Pendidikan dan pelatihan,
7. Perencanaan dan pengembangan
karier,
8. Pemutusan hubungan kerja,
9. Pemeliharaan hubungan
industrial,
10. Pemensiunan.
Langkah-langkah
yang diambil dalam proses manajeman sumber daya manusia merupakan faktor
internal dan mungkin tidak tepat untuk dibahs sebagai bagian dari pengenalan
lingkungan eksternal yang ”dekat. Akan tetapi, pengambilan langkah-langkah
tersebut secara tepat mutlah perlu dilakukan, mengingat beberpa implikasi yang
melandasinya:
a. Mampu menghasilkan tenaga
kerja yang profesional dalam bidangnya, baik dari segi pengetahuan,
keterampilan, pengalaman, bakat dan minat, dan intelektualitas sehinggan mampu
membangun reputasi perusahaan yang lebih bona fide dan mampu bersaing dengan
perusahaan-perusahaan alinnya.
b. Langkah –langkah tersebut
lebih menjamin perusahaan untuk tetap mempertahankan tenaga kerja yang secara
kulaitatif memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, sehingga para karyawan
memiliki sikap positif terhadap perusahaan karena tingkat kepuasan kerja yang
tinggi.
c. Dengan adanya langkah-langkah
tersebut, hakikat pasaran tenaga kerja dikenali dengan baik dan dengan segera
jug adapat menentukan sumber-sumber tenaga kerja mana yang harus mendapat
perhatian utama dalam penggarapannya.
2.4 Peramalan Lingkungan
Para pengambil keputusan strategi
perlu memiliki dan mengembangkan keterampilan dalam memperkirakan dan
meramalkan perubahan-perubahan yang akan terjadi pada lingkungan eksternalnya.
Ketrampilan yang dimaksud berkaitan erat dengan kemampuan memanfaatkan peluang
dan mengenali berbagai kendala yang diperkirakan akan dihadapi.
Untuk melakukan hal tersebut
langkah-langkah yang perlu diambil antara lain adalah :
1. Memilih berbagai variabel yang
bersifat kritikal bagi perusahaan
2. Menyeleksi sumber-sumber
penting dari informasi tentang lingkungan
3. Memahami dan menilai berbagai
pendekatan dan teknik peramalan
4. Mengintegrasikan hasil
peramalan ke dalam proses manajemen
5. Memantau aspek-aspek kritikal
dari pengelolaan peramalan.
Tanggung jawab untuk mengambil
langkah-langkah tersebut merupakan tanggung jawab manajemen puncak dalam suatu
perusahaan, meskipun para manajer pada tingkat yang lebih rendah perlu pula
dilibatkan.Perubahan-perubahan lingkungan eksternal yang harus diantisipasi dan
diramalkan menyangkut berbagai segi bisnis, pendekatan dan teknis yang
digunakan pun harus mencakup aspek ekonomi, politik, sosial, teknologi dan
bahkan juga keperilakuan. Pengenalan berbagai faktor lingkungan eksternal yang
”Jauh” dan ”Dekat” dalam lingkungan industri tertentu secara tepat pada intinya
diinkorporasikan pada keseluruhan upaya dalam menciptakan citra atau profil
perusahaan.
III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengenalan lingkungan
eksternal dalam manajemen strategi memiliki peran yang cukup penting dalam
langkah dan penentuan suatu kebijakan/keputusan usaha. Faktor-faktor yang
termasuk dalam lingkungan eksternal perlu untuk dikaji dan dipahami oleh para
pengambil keputusan mengingat beberapa hal yang melatar belakanginya yaitu:
a. Jumlah dari factor yang
berpengaruh tidak constant melainkan selalu berubah-ubah.
b. Intensitas dampaknya beraneka ragam.
c. Faktor tersebut bisa menjadi suatu kejutan
yang tidak dapat diperhitungkan sebelumnya betapa pun cermatnya analisis “SWOT”
yang dilakukan.
d.
Kondisi eksternal yang berada di luar
kemampuan organisasi untuk mengendalikannya
Lingkungan eksternal dalam manajemen strategi
di bagi menjadi dua kelompok yaitu :
1.
Lingkungan
Eksternal yang ”Jauh” meliputi beberapa faktor yaitu:
a. Ekonomi
b. Politik
c. Sosial
d. Teknologi
e. Industri
2. Lingkungan Eksternal yang ”Dekat
a. Pesaing
b. Penyandang Dana
c. Pasaran Tenaga Kerja
d. Pemasok
e. Pelanggan
3.2 Saran
Mengingat
begitu rumitnya permasalahan untuk mengkaji berbagai kondisi tentang pengenalan
lingkungan eksternal dalam manajemen strategi, kiranya perlu adanya aplikasi
yang konkret guna membantu mahasiswa dalam memahami dan mengkaji berbagai
penjelasan yang telah di paparkan pada makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Sondang
P.Siagian. 2000. Manajemen Strategi: Bumi Aksara. Jakarta.